Prof.
DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ
Habibie (73 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25
Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan
menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa
[ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya]. Bapak BJ Habibie merupakan
tokoh idola saya. Mungkin saya hanya mengetahui sosok
beliau hanya dari apa yang saya lihat dan saya dengar dipemberitaan di
televisi,tapi saya yakin dan percaya beliau merupakan teladan yang baik dan
tokoh yang hebat.
Alasan mengapa saya mengidolakan BJ
Habibie adalah :
· Seorang laki-laki yang penuh charisma dan terlihat
bertanggung jawab serta berjiwa memimpin yang baik dengan kelembutan hati
beliau namun bersifat tegas.
· Wajah yang lembut dan ramah,serta sorot mata yang teduh nan
tegas.
· Seorang laki-laki yang sangat mencintai istrinya dan setia
sampai maut memisahkan. Tentu dimata wanita manapun, kagum dan menginginkan
suami seperti beliau.
· Seorang yang tampaknya cemerlang dalam kehidupannya
Pengabdian Beliau pada bangsa :
Secara
materi, Habibie sudah sangat mapan ketika ia bekerja di perusahaan MBB
Jerman. Selain mapan, Habibie memiliki jabatan yang sangat strategis
yakni Vice President sekaligus Senior Advicer di
perusahaan high-tech Jerman. Sehingga Habibie
terjun ke pemerintahan bukan karena mencari uang ataupun kekuasaan semata, tapi
lebih pada perasaan “terima kasih” kepada negara dan bangsa Indonesia dan
juga kepada kedua orang tuanya.
Tiga
tahun setelah kepulangan ke Indonesia, Habibie (usia 41 tahun) mendapat
gelar Profesor Teknik dari ITB. Selama 20 tahun menjadi Menristek,
akhirnya pada tanggal 11 Maret 1998, Habibie terpilih sebagai Wakil Presiden RI
ke-7 melalui Sidang Umum MPR. Di masa itulah krisis ekonomi (krismon)
melanda kawasan Asia termasuk Indonesia. Nilai tukar rupiah terjun bebas dari
Rp 2.000 per dolar AS menjadi Rp 12.000-an per dolar. Utang luar
negeri jatuh tempo sehinga membengkak akibat depresiasi rupiah. Hal ini
diperbarah oleh perbankan swasta yang mengalami kesulitan likuiditas. Inflasi
meroket diatas 50%, dan pengangguran mulai terjadi dimana-mana.”
Soeharto
mundur, maka Wakilnya yakni BJ Habibie pun diangkat menjadi Presiden RI ke-3
berdasarkan pasal 8 UUD 1945. Namun, masa jabatannya sebagai presiden hanya
bertahan selama 512 hari. Meski sangat singkat, kepemimpinan Presiden Habibie
mampu membawa bangsa Indonesia dari jurang kehancuran akibat krisis.
Presiden
Habibie berhasil memimpin negara keluar dari dalam keadaan ultra-krisis,
melaksanankan transisi dari negara otorian menjadi demokrasi. Sukses
melaksanakan pemilu 1999 dengan multi parti (48 partai), sukses
membawa perubahan signifikn pada stabilitas, demokratisasi dan reformasi
di Indonesia.Habibie merupakan presiden RI pertama yang menerima banyak
penghargaan terutama di bidang IPTEK baik dari dalam negeri maupun luar
negeri. Jasa-jasanya dalam bidang teknologi pesawat terbang mengantarkan
beliau mendapat gelar Doktor Kehormatan (Doctor of Honoris Causa)
dari berbagaai Universitas terkemuka dunia, antara lain Cranfield Institute of
Technology dan Chungbuk University.
