Kamis, 27 November 2014

Kepemimpinan dan Manajerial



A. Kepemimpinan

Kepemimpinan   (leadership)  telah   didefinisikan   dengan  berbagai  cara  yang   berbeda  oleh   berbagai  orang   yang berbeda pula. Menurut Stoner, Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.

Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut :

  • Pertama,  Kepemimpinan menyangkut orang lain – bawahan atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpin, para anggota kelompok membantu menentukan status / kedudukan pemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua kualitas kepemimpinan seorang manajer akan menjadi tidak relevan.

  • Kedua, Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Para pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan berbagai kegiatan para anggota kelompok, tetapi para anggota kelompok tidak dapat mengarahkan kegiatan-kegiatan pemimpin secara langsung, meskipun dapat juga melalui sejumlah cara secara tidak langsung.

  • Ketiga,   Selain   dapat   memberikan   pengarahan   kepada   para   bawahan   atau   pengikut,   pemimpin   dapat   juga mempergunakan pengaruh. Dengan kata lain, para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Sebagai contoh, seorang manajer  dapat mengarahkan seorang bawahan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu, tetapi dia dapat juga mempengaruhi bawahan dalam menentukan cara bagaimana tugas itu dilaksanakan dengan tepat.

Kepemimpinan adalah bagian penting manajemn, tetap tidak sama dengan manajemen. Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.   Manajemen   mencakup   kepemimpinan,   tetapi   juga   mencakup   fungsi-fungsi   lain   seperti   perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.


Tujuan Kepemimpinan

Nampaknya sukar dibedakan antara tujuan dan fungsi kepemimpinan, lebih-lebih kalau dikaji secara praktis kedua-duanya mempunyai maksud yang sama dalam menyukseskan proses kepemimpinan namun secara definitif kita dapat menganalisanya secara berbeda. Tujuan kepemimpinan merupakan kerangka ideal / filosofis yang dapat memberikan pedoman bagi setiap kegiatan pemimpin, sekaligus menjadi patokan yang harus dicapai. Sehingga tujuan kepemimpinan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang inginkan secara efektif dan efisien.

Fungsi kepemimpinan


Agar kelompok berjalan dengan efektif, seseorang harus melaksanakan dua fungsi utama ;
(1)    fungsi-fungsi yang berhubungan   dengan   tugas   (“task-related”)   atau   pemecahan   masalah,     dan  
(2)    fungsi-fungsi   pemeliharaan kelompok (“group-maintenance”) atau sosial.

Fungsi pertama menyangkut pemberian  saran penyelesaian, informasi  dan pendapat. Fungsi  kedua mencakup segala   sesuatu   yang   dapat   membantu   kelompok   berjalan   lebih   lancar,  persetujuan   dengan   kelompok   lain, penengahan perbedaan pendapat, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar